Dzikir Akbar AHQ di Wonosobo, Gus Salam YS Bimbing Jemaah Hidupkan Hati Terhubung dengan Cahaya Ilahi
AHQNews - Sekitar 80 jemaah memadati kegiatan Dzikir Akbar Sehat Paripurna yang digelar AHQ Center Jawa Tengah di Wonosobo, Jumat (30/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pulang bagi jiwa, menguatkan kembali koneksi ruhani melalui dzikir Asma, shalat berjamaah, dan penguatan makna hidup berbasis nilai-nilai Asmaul Husna.
Kegiatan dipandu langsung Gus Salam YS, SE MM MPd, penggagas Asmaul Husna Quotient (AHQ). Sejak lantunan dzikir dimulai, suasana ruang terasa hening dan khusyuk.


Para peserta larut dalam alunan dzikir Asma yang indah, dipimpin Gus Salam YS, hingga menyentuh relung terdalam hati.
Tak sedikit di antara jemaah yang tak mampu membendung deraian air mata. Tangis itu bukan sekadar luapan emosi, tetapi hadir sebagai pengalaman batin yang mendalam.
“Air mata ini adalah bahasa rindu ruh kepada Tuhannya,” tutur Gus Salam YS di hadapan jemaah.
“Ruh kita lama tak benar-benar terkoneksi, karena tertutup oleh hiruk-pikuk urusan duniawi. Saat Asma-Asma Allah kembali kita hadirkan dengan kesadaran, maka tabir itu tersingkap, dan rindu itu menemukan jalannya,” sambungnya.
Menurut Gus Salam, dalam perspektif AHQ, dzikir bukan sekadar pengulangan lafaz, melainkan proses re-alignmentruh, akal, dan rasa. Ketika Asmaul Husna dihidupkan di dalam diri, seseorang sedang membangun ulang kesadaran bahwa setiap persoalan hidup sejatinya memiliki pintu solusi yang selaras dengan sifat-sifat Allah, Ar Rahman, AlFattah, Al Wadud, dan Al Muqaddim, sebagai fondasi kesehatan jiwa yang paripurna.
Selain itu, Gus Salam YS juga melanjutkan dzikir sebagai metode permintaan agar disembuhkan dari segala penyakit oleh Allah melalui Asma-AsmaNya, yaitu Ya Rahman Ya Fattah, Ya Syafi’, Ya Mu’afi. Melengkapi proses latihan dzikir ini, Jemaah diajak mendzikirkan Ya Rahman, Ya Fattah, Ya Razaaq, Ya Ghany.
Di tengah kegiatan, Gus Salam YS juga memberikan kesempatan kepada Ustazah Niken Kecono Ungu untuk menyampaikan tausiyah bertema rahasia Cahaya dalam Surah An Nur ayat 35–36.
Dalam penyampaiannya, Ustazah Niken menegaskan bahwa cahaya Ilahi bukan hanya metafora spiritual, melainkan realitas batin yang dapat dirasakan ketika hati dibersihkan dari kegelapan ego, prasangka, dan keterikatan duniawi.
Pesan tersebut selaras dengan pendekatan AHQ yang menempatkan ‘cahaya kesadaran‘ sebagai pintu awal perubahan diri. Gus Salam YS menambahkan, cahaya itu akan semakin kuat ketika seseorang mampu menjadikan Asmaul Husna sebagai kompas hidup, bukan hanya dibaca, tetapi dipraktikkan dalam relasi, pekerjaan, dan pengambilan keputusan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator AHQ Center Jawa Tengah, Siti Hamiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pemulihan batin masyarakat di tengah tekanan hidup yang semakin kompleks.
“Dzikir Akbar Sehat Paripurna kami hadirkan sebagai ikhtiar menghadirkan kesehatan yang utuh, bukan hanya jasmani, tetapi juga jiwa dan kesadaran spiritual,” ujarnya.
Ia menambahkan, antusiasme jemaah yang mencapai sedikitnya 80 orang menjadi penanda bahwa kebutuhan akan ruang-ruang pemulihan batin berbasis nilai ilahiah semakin besar, khususnya di tingkat daerah.
Melalui kegiatan ini, AHQ menegaskan kembali misinya: menghadirkan Asmaul Husna bukan sekadar sebagai bacaan ritual, tetapi sebagai jalan membangun karakter, ketenangan, dan keberdayaan hidup. Dzikir, dalam pandangan AHQ, adalah pintu pulang, tempat ruh kembali terhubung dengan sumber cahayanya, dan manusia menemukan makna baru dalam menjalani kehidupan. (AHQ)






