Ustaz Soni Hadirkan AHQ Sebagai Jalan Ketenangan dan Kebahagiaan Batin di Wonosobo


AHQNews – Ketenangan batin dan kebahagiaan sejati bukanlah hasil dari kelimpahan materi, melainkan buah dari ilmu yang diamalkan dengan kesadaran ruhani. Pesan mendalam ini disampaikan dalam kajian dan dzikir Asmaul Husna bertema “Menemukan Ketenangan dan Kebahagiaan Batin melalui AHQ” yang digelar di Desa Gelangan, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Rabu (28/01/2026).
Dalam kajian tersebut, Ustaz Ahmad Muhlisoni menegaskan bahwa ilmu sejati tidak berhenti pada pemahaman, tetapi harus menjelma menjadi amal yang menghidupkan hati. Ilmu yang tidak diamalkan, menurutnya, justru berpotensi melahirkan kegelisahan dan kehampaan batin.
“Ilmu yang bermanfaat akan menghadirkan ketenangan jiwa. Dengan ilmu, seseorang mampu menjalani hidup dengan damai, terlepas dari kondisi materi yang dimiliki, karena ketenangan itu bersumber langsung dari Allah SWT,” tuturnya di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan bahwa ketenangan batin merupakan inti dari ilmu yang benar. Hati yang damai dan jiwa yang bahagia adalah keadaan yang dicintai Allah, sekaligus mencerminkan kualitas spiritual seseorang. Dalam pandangan ini, kebahagiaan bukan sekadar emosi sesaat, melainkan kondisi batin yang stabil dan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut, Ustaz Soni mengulas makna kebahagiaan yang kerap dipersepsikan keliru di tengah masyarakat modern. Healing sejati, menurutnya, bukan semata-mata pelarian ke alam atau jeda dari rutinitas, melainkan proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasa bahagia disebut sebagai ciri “surga dunia”, sebuah keadaan batin yang menjadi cermin kebahagiaan para penghuni surga kelak.
Sebagai ikhtiar praktis menuju ketenangan dan kebahagiaan batin, jamaah diajak untuk istiqamah mengamalkan dzikir Asmaul Husna, ‘Ya Rahman, Ya Fattah, Ya Quddus, Ya Salam’, yang dirangkaikan dengan lafaz dzikir ‘Ya Rahman, Ya Fattah, Ya Waddud, Ya Muqoddim’. Dzikir ini dipandang sebagai jalan untuk membuka hati, menumbuhkan cinta ilahiah, serta menghadirkan ketenangan yang berkelanjutan.
Kegiatan kajian dan dzikir ini menjadi bagian dari gerakan AHQ, konsep metodologi ilmu dari Gus Salam YS SE MM MPd, dalam menghadirkan ruang-ruang pencerahan ruhani di tengah masyarakat, agar ilmu tidak hanya dipelajari, tetapi benar-benar dihayati dan diamalkan sebagai jalan menuju hidup yang tenang, bahagia, dan bermakna. (AHQ)


